Diterbitkan dalam 30+ bahasa

MinorClearPass®

Anak yang bepergian: satu orang tua, orang dewasa lain, sendiri

Hukum dan aturan saat bepergian dengan anak

Ketika seorang anak akan bepergian ke luar negeri, dokumen perjalanan dan izin harus sudah siap sebelum perjalanan dimulai. Ini berlaku baik anak bepergian dengan kedua orang tua, dengan salah satu orang tua, dengan orang dewasa lain atau sendirian.

Aturan dapat berbeda antara negara, maskapai penerbangan dan otoritas perbatasan. Karena itu, Anda harus selalu memeriksa persyaratan negara keberangkatan, negara transit dan negara tujuan sebelum setiap perjalanan.

Anak harus memiliki dokumen perjalanan yang berlaku

Seorang anak harus memiliki dokumen perjalanan yang tepat untuk perjalanan tersebut. Untuk perjalanan internasional, ini biasanya berarti paspor. Dalam beberapa kasus, visa, izin tinggal, akta kelahiran, keputusan hak asuh atau dokumen pendukung lain juga dapat diperlukan.

Dokumen perjalanan harus berlaku selama seluruh perjalanan dan memenuhi persyaratan negara yang akan dikunjungi anak. Beberapa negara juga mengharuskan paspor tetap berlaku selama periode tertentu setelah masuk atau setelah perjalanan pulang. Maskapai penerbangan dapat menolak keberangkatan jika dokumen tidak memenuhi persyaratan, meskipun tiket sudah dibayar.

Kapan surat persetujuan perjalanan harus dibawa

Ketika seorang anak bepergian tanpa kedua wali hukumnya, biasanya surat persetujuan perjalanan tertulis harus dibawa. Ini terutama berlaku ketika anak bepergian:

  1. Hanya dengan satu orang tua
  2. Dengan kerabat
  3. Dengan pelatih, guru atau pemimpin rombongan
  4. Dengan teman keluarga atau orang dewasa lain
  5. Sendirian

Surat persetujuan perjalanan menunjukkan bahwa wali hukum anak telah menyetujui perjalanan tersebut. Banyak otoritas menyatakan bahwa anak yang bepergian sendiri atau hanya dengan satu orang tua atau wali hukum memerlukan surat persetujuan.

Persetujuan harus tertulis, ditandatangani dan jelas

Persetujuan lisan tidak selalu cukup saat pemeriksaan perbatasan atau check in. Karena itu, persetujuan sebaiknya dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh wali hukum atau para wali hukum yang tidak ikut bepergian dengan anak.

Pemeriksaan perbatasan dapat meminta bukti izin

Otoritas perbatasan dapat memeriksa apakah seorang anak berhak bepergian dengan orang dewasa yang mendampinginya. Mereka dapat mengajukan pertanyaan tentang hubungan dengan anak, tujuan perjalanan, siapa yang menyetujui perjalanan dan bagaimana wali hukum dapat dihubungi.

Jika dokumen tidak ada, perjalanan dapat tertunda atau dihentikan.

Dalam hak asuh tunggal sering diperlukan bukti tambahan

Jika salah satu orang tua memiliki hak asuh tunggal, hal ini harus dapat dibuktikan dengan dokumen resmi. Jika wali hukum telah meninggal, akta kematian mungkin diperlukan. Jika pengadilan telah memutuskan tentang hak asuh, perjalanan atau hak kunjungan, keputusan tersebut sebaiknya dibawa.

Ini penting karena otoritas perbatasan dan maskapai penerbangan mungkin perlu melihat mengapa hanya satu orang yang berhak menyetujui perjalanan anak.

Surat persetujuan untuk anak di bawah umur adalah langkah keamanan

Tujuan persetujuan perjalanan adalah untuk melindungi anak. Dokumen ini mengurangi risiko kesalahpahaman, sengketa hak asuh, perjalanan tanpa izin dan kecurigaan penculikan.

Surat persetujuan perjalanan yang jelas juga memudahkan orang dewasa yang bertanggung jawab untuk menunjukkan bahwa perjalanan telah disetujui. Ini menciptakan rasa aman bagi anak, wali hukum, maskapai penerbangan dan otoritas.

MinorClearPass

Persetujuan perjalanan anak.